/Bagian Dua/
Aku ada
Di sini
Lelah sebentar
Banyak payah
Berhenti sejenak
Banyak renungnya
Berlelah-lelahlah
berpayah-payahlah
Jika sudah, kau tahu harus kemana
Coba kau baca ulang dari atas
12-05-2023
Barya (wanita) ; Gendhis (gula) ; dan Baswara (sinar/bercahaya). Bila disatukan memiliki arti seorang wanita yang diharapkan menebarkan kilau kebaikan, sehingga menciptakan hal-hal yang manis,berkesan dan melekat dalam ingatan.
/Bagian Dua/
Aku ada
Di sini
Lelah sebentar
Banyak payah
Berhenti sejenak
Banyak renungnya
Berlelah-lelahlah
berpayah-payahlah
Jika sudah, kau tahu harus kemana
Coba kau baca ulang dari atas
12-05-2023
/Bagian Satu/
Mungkin yang dicari secuil damai
Mungkin juga damai tak ingin dicari
Mungkin ketakutan-ketakutan membuatmu berhenti
Mungkin karena tak mau memulai
Mungkin jalannya tak sesuai rencana
Mungkin juga kau yang keliru arah
Mungkin membanting setir
disangka Ia tak pernah hadir
Mungkin kepakmu patah, perlu segera disambung rasa
Mungkin juga tak ingin segera pulih
melenggang menafikan diri seolah tak ada yang terjadi
Mungkin karena rasa percaya sudah berupa hampa
Mungkin tidak hari ini
mungkin juga tidak ada negosiasi
Sebab esok pasti ada hari lagi
Dimana kau butuh ditemani
Dalam waktu singkat atau
mungkin lebih lama dari sangka yang membayangi
12-05-2023
Hari Minggu bukanlah hari libur
Ia hanya menyamar
Membagi ruang-ruang kosong
Yang akan diisi esok
Atau lusa
Dan seterusnya
20/03/2022
Source : pinterest
| Sumber foto : unsplash |
Sumber foto : dokumen pribadi |
Selamat malam, sayang
| Sumber foto : dokumen pribadi (kawasan perempatan Klojen Djaya, Kota Malang) |
Kukira kau sore
Dengan fajar yang setengah tenggelam
Silaunya tak seberapa
Tapi syahdu hembusan angin yang tenang
Kukira kau sore
Gradasi merah jambu, kuning keemasan
Kadang suka kelabu, sebelum akhirnya temaram
Kukira kau sore
Nyatanya, kau malam yang panjang.
Gelap, dingin, perlu seberkas cahaya untuk hidup
Membantumu tetap nyala, walau tak berasal darimu jua
Kukira kau sore
Ternyata malam yang panjang
Yang berani menyita waktuku sebelum mataku memejam
Yang pandai memeluk rindu di kejauhan
Diam-diam
Akordeon, 3 September 2021
Neni
![]() |
| Ilustrasi : Pinterest |
![]() |
| Gambar : Diambil dari dokumen pribadi |
![]() |
| Foto : akun instagram resmi @h.ilang |
![]() |
| (Sumber Foto : Unsplash) |
![]() |
| (Penulis yang suka fotonya ngeblur) |
Gadis biasa kelahiran 90’an yang menyusup ke kota-kota kecil dalam pikiranmu, lalu memunguti serpihan ilmu-ilmu baru yang tidak lagi diinginkan banyak orang, tapi dibutuhkan olehnya. Yang membalut masa lalunya dengan bungkus yang rapi, supaya tidak berurai lagi. Dan membayar tawa-tawa mereka dengan karya serta prestasi dari tangannya sendiri.
Kau boleh mengatakannya ambisi. Boleh.